Tuesday, March 8, 2016

Mark McCormack

BY biophia@gmail.com IN No comments


Pendiri International Management Group

“Bila suatu bisnis makin tergantung pada uang, maka semakin kecil kemungkinannya untuk sukses”

Bisnis tidak semata-mata soal modal. Besar atau kecil, modal sebetulnya bukan persoalan utama yang bisa menghalangi alat berbisnis. Titik tumpunya ada pada ide dan kreativitas. Melalui dua hal itu, masalah modal relatif bisa teratasi. Namun, bukan berarti ide atau kreativitas bisa mendatangkan fresh money begitu saja. Melainkan, kita lebih terbantu untuk memulai usaha secara lebih efektif. Karena kreatifitas membuat kita lebih cermat dan efektif menggunakan modal.

Dalam bisnis, bukan modal yang kita jual. Melainkan ide yang tertuang nyata dalam bentuk dan jenis usaha yang digeluti. Ide membuat modal kita memiliki daya bangkit, sekalipun jumlahnya relatif kecil. Ide juga membuat kita berani bersaing dengan mereka yang punya modal besar dan faktor pendukung lainnya.

Pilihlah bidang bisnis yang lebih mengedepankan ide ketimbang modal. Setidaknya, pilihan tersebut sangat cocok bagi kita yang baru memulai bisnis dengan modal seadanya. Biarkan ide yang memelihara pertumbuhan bisnis anda. Sebab ide sejatinya tidak pernah habis, selama kita berupaya keras mencarinya.

Saturday, March 5, 2016

Gallery Hotel Fokus Ke Food And Beverage

BY biophia@gmail.com IN No comments

Jajaran manajemen Gallery Prawirotaman Hotel melakukan kunjungan ke kantor Harian Tribun Jogja, Jumat (4/3/2016). Dalam kunjungan ini selain silaturahmi turut dibahas berbagai penjajakan kerjasama. 

Selama dua tahun keberadaannya, Gallery Prawirotaman Hotel berhasil meraih pencapaian yang memuaskan.
Menghadapi 2016, hotel bintang empat ini fokus ke layanan Food and Beverage. Hal ini dilakukan melihat antusiasme tamu yang didominasi wisatawan mancanegara.

Hal tersebut diungkapkan General Manager Gallery Prawirotaman Hotel, Ervin Erryawan ketika berkunjung ke kantor Harian Tribun Jogja, Jumat (4/3/2016). Rombongan Gallery Prawirotaman Hotel diterima oleh Manajer Iklan, Shinta Indahayati; Manajer Sirkulasi, Edy Utama; dan jajaran manajemen.

Dalam kesempatan tersebut Ervin mengatakan, mengenai program hotel ke depannya, pihak hotel akan fokus pada pengembangan Food and Beverage pada 2016 ini. Hal ini tak lepas dari kondisi dimana saat ini tamu dari mancanegara cukup dominan.

"Tamu dari sekitar 51 negara telah mengunjungi kami. Untuk okupansi tentunya tidak terlalu menjadi masalah, apalagi kini wisatawan semakin pandai dan tidak berpusat pada ring 1 saja. Untuk meningkatkan pelayanan pada tamu dari mancanegara tersebut, kami fokus menyediakan menu dari kuliner nusantara," terang dia.

Tamu dari mancanegara, lanjut Ervin, semakin berminat untuk menjelajah khazanah kuliner nusantara yang memiliki banyak ragam. Kesempatan inipun dimanfaatkan pihaknya untuk memberikan berbagai hidangan nusantara.(*)



Penulis: toa
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja

Friday, March 4, 2016

John Paul Getty

BY biophia@gmail.com IN No comments


Pengagas Getty Oil

"Pebisnis yang selalu mengeluh kekurangan modal, ibarat seorang tukang yang selalu mengeluh soal perkakasnya"

Banyak orang takut memulai usaha karena merasa modalnya kurang cukup. Perasaan takut itu kemudian membuat mereka mundur perlahan dan ujung-ujungnya tidak memulai apapun. Termasuk tidak berpikir kreatif untuk mengatasi kendala modal yang dialami. padahal para pebisnis besar selalu menasihatkan, agar kita berani memulai bisnis dari modal yang ada. Seberapapun nominalnya selama masih realistis.

Jalan kelyarnya hanya ada dua. Pertama, memulai usaha seadanya sesuai jangkauan modal yang dimiliki. UNtuk melakukannya kita butuh kreatifitas tinggi, ketekunan, dan keyakinan bahwa segala kesuksesan sejatinya dimulai dari bawah.

Kedua, meminjam sesuai kebutuhan modal yang diperlukan. Carilah pinjaman dengan bunga yag rendah dan jangan langsung tergiur dengan segala kemudahan syarat pinjaman yang bunganya justru mencekik. Dalam mengelola pinjaman kita harus bisa mengupayakan pada titik penjualan berapa pinjaman itu bisa dicicil secara aman dan relevan. Lipatkan terus keuntungan anda dengan memanfaatkan keuntungan sebaik-baiknya. Dengan begitu, semoga suatu saat kewajiban membayar cicilan hanya masuk sebagai prioritas kecil.

Jangan cepat mengeluh. Karena keluhan hanya akan melahirkan banyak alasan untuk kita tidak melakukan apapun. Dan yang penting, para pebisnis besar tidak memulai usaha mereka semata-mata dengan modal, atasilah dengan segala upaya krearif yang mudah mudahan bisa membuat langkah awal kita lebih ringan.

Mark Victor Hansen

BY biophia@gmail.com IN No comments


Kreator Seri Chicken Soup

"Uang itu tidak baik atau buruk, uang itu netral"

Uang tidak lebih dari sekerdar alat. Persoalannya, bagaimana dan untuk apa alat itu digunakan, semua tergantung pada yang memiliki dan memegangnya. Uang bisa kita "Perintah" UNtuk mendatangkan banyka kebaikan. Baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Sebaliknya, kita bisa "menyuruh" uang sesuka hati kita untuk melakukan banyak hal buruk, termasuk sejumlah hal yang tidak menghasilkan apa-apa.

Jadilah tuan yang baik dan benar bagi uang-uang anda. Caranya kita harus cermat mengelola peruntukannya. Cermat berarti tahu untuk apa uang itu digunakan agar bisa lebih menghasilkan. Sebelum menjadi tuan bagi uuang, kita harus menjadi tuan bagi kita sendiri. Lihatlah tidak sedikit orang yang gagal mengendalikan nafsu atau keinginannya ketika sudah memegang uang. Akibatnya mereka justru menjadi hamba bagi uangnya. Uang menguasai mereka untuk melakukan hal-hal yang tidak produktif.

Yakinlah, kekayaan bisa diraih bila kita mampu mengendalikan uang mengendalikan uang yang dimiliki. Ibarat beternak ayam, kita harus bisa membuat uang kita bertelur secara produktif. Jangan langsung tergoda untuk menikmati telus yang baru saja dihasilkan. Bersabarlah, kelola agar telur itu bisa menetas menjadi ayam yang nantinya akan bertelur dan menghasilkan ayam serta telur lagi. Dan begitu seterusnya h

Sunday, February 28, 2016

Batam Menyongsong Masa Depan

BY biophia@gmail.com IN No comments


Batam Sebuah Transformasi
Tak terbayangkan pada awalnya bahwa sebagai sebuah pulau kecil seluas kurang lebih 400 kilometer persegi, yanga memiliki sedikit penduduk sekitar 6000 orang di tahun 1970 danmiskin sumber daya alam, Batam dapat berkembang seperti sekarang dengan kontribusi ekspor mencapai 10% dari ekspor nasional. Indikator keberhasilan Batam lainnya ialah bahwa ia mampu menyediakan lapangan kerja kepada 175.000 orang, menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) sekitar Rp 55 Milyar (Hingga akhir Tahun 200) dan mengirimkan hasil pajak ke pusat sebesar Rp. 871 Milyar dalam tax ratio 20% di seluruh Pulau atam.

Banyak pihak mungkin melihat bahwa posisi stra tegis Batam merupakan faktor utama keberhasilannya. Tapi, posisi strategis sebagai pulau yang dekat dengan Singapura sesungguhnya bukanlah hanya monopoli Batam. Banyak pulau lain di sekeliling batam yang mempunyai posisi strategis serupa namun tidak menghasikan kinerja seperti yang dicapai oleh Batam. Posisi strategis saja ternyata tidak cukup, sebab masih diperlukan upaya pembangunan infrastruktur yang berkeseimbangan, disertai upaya mensignifikan sampai awal tahun 1990-an, kemudian terus-menerus menurun hingga tahu 200. Ketika anggaran pemerintah yang diterima otorita Batam hanyalah sebesar 5 Milyar. namun, total investasi pemerintah yang telah ditanamkan mencapai US$ 1,6 Milyar, telah berhasil menarik investasi sektor swasta sekitar US$ 5,7 Milyar, atau lebih dari tiga kalilipat dari investasi pemerintah. Di samping itu, efek berganda dari investasi itu juga tidak kecil, yakni seperti tumbuhnya usaha kecil menengah (UKM) yang sekarang berjumlah lebih dari 8000 buah, serta penyerapan tenga kerja yang mencapai sekitar 160.000 orang.

dari penjabaran data tersebut, dapatlah dimengerti bahwa, selain lokasi yang strategis, faktor kunci keberhasilan suatu daerah industri adalah juga tersedianya infrastruktur, terjaminnya sistem, prosedur, dan pengelolaan yang efisien, serta adanya insentif perpajakan.

Friday, February 26, 2016

David bach

BY biophia@gmail.com IN No comments


Pakar  Keuangan 

“Bukan apa yang anda tahu tentang uang, melainkan apa yang tidak anda tahu tentang uanglah yang akan menghancurkan anda”

Orang-orang kaya sangat mengenal sifat dan karakter uang. Uang bila digunakan untuk memenuhi syarat konsumtif secara terus-menerus tentu akan habis. Sekalipun jumlahnya sangat besar. Sebaliknya, bila uang dikelola secara baik dan punya target pencapaian yang jelas, maka akan beranak pinak dengan sendirinya. Berapapun jumlah awalnya cukup sedikit.

Orang-orang kaya bukan menjadikan uang sebagai tujuan akhir, melainkan alat andal yang bisa dipakai untuk menghasilkan lebih banyak lagi uang. Itulah mengapa mereka selalu berfikir agar uang yang bekerja untuk mereka,  bukan mereka yang bekerja untuk uang. Saat kita berfikir uang sebagai titik akhir dari kerja keras, maka kita akan cenderung “Menghabiskan” uang tersebut. Misalnya untuk membeli suatu barang yang sebetulnya belum tentu kita butuhkan, atau bahkan demi membeli berbagai kesenangan kesenangan dan kenikmatan duniawi. Sebaliknya, jika kita menganggap uang sebagai alat bantu yang dapat mempermudah upaya mencapai berbagai cita-cita, maka saat itu juga kita berfikir keras bagaimana agar uang tersebut mencetak lebih banyak lagi uang. Misalnya, dengan membuka usaha atau menginvestasikannya di sejumlah bdang bisnis strategis.

Intinya, kalau kita punya uang maka kita harus bisa mengendalikannya. Terutama bagaimana uang itu digunakan untuk hal-hal yang lebih produktif dan bermakna. Kalau kita yang justru dikuasai uang, maka lambat laun uang akan menguap dengan sendirinya. Sementara kita tidak meraih kesuksesan yang sesungguhnya.
 


Andrew Cornegie

BY biophia@gmail.com IN No comments


Pendiri Cornegie Steel Company

“Untuk mendapatkan satu ons emas, anda harus memindahkan berton-ton tanah”

Papatah lama mengatakan “Kota Roma Tidak Dibangun Dalam Semalam”. Begitupun kekayaan dan kesuksesan dalam hidup. Kita bisa meraihnya hanya dengan kerja keras dari waktu ke waktu. Kekayaan adalah hasil dari kerja maraton yang tidak mengenal lelah. Bahkan, setelah kekayaan terwujud pun kita tetap perlu berfikir bagaimana mempertahankan dan terus mengembangkannya.

Kerja keras membutuhkan dua hal mendasar yang senantiasa harus kita ingat. Pertama, kesabaran. Orang-orang yang tidak sabar mewujudkan kekayaannnya cenderung berfikir pendek. Orientasi mereka hanya terpaku pada keuntungan dan bagaimana menikmatinya. Upaya yang mereka tempuh pun kebanyakan adalah cara-cara instan. Mereka kurang tekun, bahkan tidak kreatif. Akibatnya, mereka kehilangan kesempatan untuk memutar dan terus mengembangkan uangnya.

Kedua, perencanaan matang dan terukur. Stiap kerja keras butuh orientasi target. Sekeras apapun kita bekerja, hasil efektif tidak akan diperoleh bila kita tidak memiliki target sebagai muaranya. Karena itulah, penting membuat perencanaan matang dan bisa diukur oleh kemampuan yang dimiliki.

Sudah ketentuannya bahwa di dunia ini tidak ada yang bisa didapatkan begitu saja. Tingkat demi tingkat kekayaan hanya bisa diperoleh bila kita tidak pernah berhenti bekerja dan berpikir.
 


Wednesday, February 24, 2016

Henry Ford

BY biophia@gmail.com IN No comments


Pendiri Ford Motor Company

:Keamanan finansial bersumber dari pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan”

Pernahkah anda melihat seorang anak yang mewarisi kekayaan begitu banyak dari kedua orang tuanya? Lalu, bisakah mereka mempertahankannya atau bahkan mengembangkannya? Jika tidak, berarti apa yang dikatakan Henry Ford di atas sangat benar. Kekayaan tidak dapat berkembang begitu saja, tanpa kita tau apa yang mesti dilakukan. Terlebih bagaimana cara mengolah dan mengembangkannya. 

Lihatlah, apakah ada orang-orang kaya besar yang bisa mengembangkan kekayaannya tanpa memiliki pengetahuan, pengalaman , dan kemampuan yang matang. Hampir bisa dipastikan, tidak ada. Aman secara finansial semata-mata tidak datang dari modal besar, atau bahkan kesempatan yang besar juga. Bila kita tidak memiliki kemampuan dan pegalaman matang di bidang yang digeluti, maka modal uang bukan berarti apa-apa. Begitupun kesempatan, akan menghilang begitu saja jika kita tidak bisa memanfaatkannya dengan segala kemampuan dan kematangan pengalaman yang dimiliki. 

Mulai sekarang, belajarlah lebih banyak tentang bidang yang kelak bisa mengantarkan kita pada kekayaan dan keamanan finansial. Galilah pengalaman sedalam mungkin. Dan, miliki kemampuan sebesar-besarnya karena sesungguhnya, ketiga hal itulah menjadi modal terbesar sekaligus termahal. Bukan modal uang, bukan juga faktof keuntungan, atau bahkan kesempatan besar yang kita anggap menjanjikan.
 


Frank Sninatra

BY biophia@gmail.com IN No comments


Penyanyi dan aktor peraih oscar

“Saya pernah misin, dan saya pernah hidup berkelimpahan. Ternyata menjadi orang kaya auh ebih baik”

Menjadi kaya dan hidup berkelimpahan bukanlah dosa besar. Tuhan sekalipunn menginginkan agar setiap hambanya mempunyai kehidupan yang lebih baik. Kekayaan sejati tentunya datang dari cara halal dan digunakan untuk tujuan yang halal juga. Melalui kekayaan, kita bisa melakukan banyak hal positif. Jelas, semua muaranya demmi kehidupan yang lebih baik pula. Baik bagi kita, maupun orang banyak. 

Frank Sinatra sudah membuktikan pada kita, banhwa menjadi orang kaya jauh lebih baik. Kekayaan membuat kita lebih mudah menjalani hidup. Kekayaan juga memberi kita banyak pilihan untuk berkarya di berbagai bidang. Dan yang tidak boleh dilupakan, mealui kekayaan kita bisa membantu banyak orang yang hidupnya serba kekurangan. Itu berarti, kekayaan sbenarnya membantu kita dalam membantu mencari “Harta Surgawi” yang kelak akan dihitung di pengadilan akhirat. 

Kalau saja menjadi kaya adalah pilihan terbaik, kenapa kita tidak segera mencanangkan tekad untuk keluar dari kemiskinan? Satu hal lagi, kerendahan hati adalah fondasi terkuat bagi kekayaan dan kelimpahan harta yang kita miliki. Bila kekayaan dikelola dengan sikap tamak, dan cara berfikir sombong maka suatu saat semuanya akan hilang begitu saja. Sekalipun kita sudah bekerja keras. Yakinlah, kekayaan merupakan anugerah dari yang maha kuasa. Jadi, kita harus mengelolanya dengan segala “Hukum Kebaikan”. Bila tidak, tuhan akan mengambilnya sewaktu-waktu tanpa sama sekali terduga.