Saturday, April 2, 2016
Friday, April 1, 2016
Kedudukan Akal Dalam Islam
BY biophia@gmail.com IN Berita Unik No comments
Segala puji hanya milik Allah Ta’ala, satu-satunya
Rabb yang berhak untuk di ibadahi, shalawat dan salam semoga selalu tercurah
kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang
yang selalu mengikuti mereka dengan baik hingga hari akhir.
Kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah Ta’ala, di
antara nikmat besar yang dikaruniakan oleh Allah Ta’ala kepada kita semua
adalah nikmat berupa akal sehat, yang dengannya kita bisa berfikir, dengannya
kita dapat terus berinovasi menjalani kehidupan dan membangun peradaban, dan
dengannya kita dapat membedakan mana yang bermanfaat mana yang berbahaya sesuai
jangkauan akal kita. Dengan adanya akal pula kita dibedakan dari hewan. Oleh
karena itu Allah Ta’ala banyak mendorong manusia supaya mau menggunakan akalnya
untuk berfikir, diantaranya adalah Firmannya (Yang artinya), “ Dan dia
menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang
itu ditundukkan untukmu) Dengan perintahnya. Sesungguhnya pada yang demikian
itu benar-benar ada tanda-tanda (Kekuasaan Allah) bagi kaum berakal. (Q.S
An-Nahl:12).
Definisi Akal
Secara bahasa, aql (akal) bisa bermakna al-hikmah
(Kebijakan) atau bisa juga bermakna tindakan yang baik dan tepat. Akal juga
bisa bermakna sifat, dikatakan ; ‘uqila lahu shay un’ artinya “Dijaga atau
diikat” (hubisa) akalnya dan dibatasi “. (lihat kitab lasanur Arab, Muhammad
Ibnu Mukarram).
Sedangkan secara istilah, akal adalah daya pikir
yang diciptakan Allah Ta’ala (Untuk Manusia) kemudian diberi muatan tertentu
berupa kesiapan dan kemampuan yang dapat melahirkan sejumlah aktivitas
pemikiran yang berguna bagi kehidupan manusia yang telah dimuliakan oleh Allah
Ta’ala (Lihat buku Starh aqidah ahlu sunnah, Yazid bin Abdul Qadir Jawas).
Wednesday, March 30, 2016
Penginapan Murah UNtuk Keluarga Di Tokyo
BY biophia@gmail.com IN Berita Unik No comments
Teman-teman yang baik... berikut ini saya sharing penginapan murah sekali di Tokyo. Sangat membantu untuk teman-teman yang backpackeran ke Jepang dengan keluarga. Saya menginap di Uguisudani Grace, Tokyo. Jaraknya cukup dekat dari Stasiun Uguisudani, JR Yamanote Line, north exit. Jalan kaki santai sekitar 10 menit dari stasiun dan lokasinya mudah skl ditemukan.
Harga per malam saat saya menginap minggu lalu hanya Rp 1,1 juta. Terdiri dari 2 kamar, bisa ditempati 5 orang. Dilengkapi juga dgn dapur, microwave, kompor gas, kulkas, dan mesin cuci di setiap room. Ada kamar mandi dan toilet sendiri, jd tdk sharing dengan penghuni lainnya. Kondisi kamar sangat bersih dan terawat, seperti umumnya penginapan di Jepang.
Di sepanjang jalan menuju Uguisudani Grace dari Uguisudani Station banyak sekali convenience store. Ada 7/11, lawson, lawson 100 yen, family mart, juga McD. Persis di seberang penginapan ini ada supermarket. Sehingga sangat memudahkan kita menyiapkan makanan untuk anak-anak.
Uguisudani Grace, Ueno, Tokyo... ini salah satu kamar yang bisa ditempati berdua dengan anak-anak
Uguisudani Grace, Ueno, Tokyo... salah satu dari 2 kamar yg bisa ditempati 3 orang. Ada kasur tambahan yang disimpan di lemari dan bisa digunakan free tanpa biaya tambahan
Uguisudani Grace, Ueno, Tokyo.... Setiap ruangan terdiri dari 2 kamar dan dilengkapi dengan dapur. Ada kompor gas, kulkas, mesin cuci dan microwave. Sehingga sangat membantu kita menyiapkan makanan untuk anak-anak. Disediakan juga mesin cuci di tiap room.
Tampak depan Uguisudani Grace, Ueno, Tokyo. Saat saya menginap tgl 15-21 Maret 2016, harganya sangat terjangkau, hanya Rp 1,1 juta per malam, terdiri dari 2 kamar dan ada dapur, kompor gas, microwave, kulkas, ruang cuci, dan kamar mandi. Sangat, dangat, sangat murah untuk standar harga di Tokyo. Bisa dihuni 5 orang. Dekat dengan Stasiun Uguisudani, JR Yamanote Line, 10 menit jalan santai.
semoga Bermanfaat
Terima Kasih
Mampukah PKC Bertahan?
BY biophia@gmail.com IN Sejarah No comments
Bahkan di Cina sendiri banyak orang yang yakin lonceng
kematian komunisme sebenarnya telah berbunyi di Beijing. Tumbangnya rezim-rezim
komunis di Eropa Timur dan Uni Soviet terjadi menyusul keributan Tiananmen
1989.
Memang, penindasan berdarah atas unjuk rasa menurut
demokrasi dan memberantas korupsi di lapangan Tiananmen justru berguna di luar
Cina. Berkat campur tangan tentara pembebasan rakyat (TPR), pemerintah dan
partai komunis Cina (PKC) terselamatkan, bahkan kini makin berkibar, mengapa
begitu?
Ada yang mengatakan, kemenangan kaum komunis Cina adalah
hasil perjuangan Revolusioner pnjang dan penuh simpati rakyat karena ia
satu-satunya alternatif menuju “Cina Baru” yang bebas penindasan, perang,
kelaparan, dan salah urus. Dasawarsa 1950-an adalah masa keemasan PKC. Ia telah
berhasil mananamkan pengaruhnya sampai kalangan rakyat terbawah. Maka, tak
mudah mendongkrak PKC dari kursi kekuasaan. Pendapat ini biasanya datang dari
sejarawan.
Ada juga analisis yang melihat faktor-faktor kebudayaan.
Menurut tradisi, kehadiran penguasa dan pemerintah adalah untuk memelihara
keseimbangan di antara kontradiksi-kontradiksi yang hadir di alam semesta.
Ketidakhadiran seorang penguasa yang tidak memegang mandat dari langit akan
menyebabkan kekacauan (luan) dan anarkhi. Luan adalah keadaan yang ditakuti
baik oleh penguasa maupun rakyat Cinaumumnya karenanya mereka segan
mengorbankan keamanan dan ketertiban demi apapun termasuk demokrasi.
Keyakinan tradisional akan perlunya ketertiban atau
keseimbangan ini rupanya sangat dimengerti penguasa Cina. Akhir-akhir ini
hampir setiap hari rakyat Cina dijejali propaganda akan pentingnya kemanan,
pembunuhan dan anarkisme yang melanda (Bekas) Yugoslavia, Afghanistan, Eropa
Timur, dan di (Bekas) Uni Soviet selalu diekspose di media massa Cina. Gunanya,
untuk memberikesan kepada rakyat bahwa alternatif lain dari keamanan,
stabilisasi dan ketertiban adalah anarkhi. Dan keamanan serta ketertiban hanya
bisa dicapai jika ada pemerinah yang kuat.
Namun, disisi lain ada pendapat umumnya dari para ahli ilmu
politik yang mengatakan, kestabilan yang sedang dinikmati pemerintah dan rakyat
Cina dewasa ini hanya kestabilan semu. PKC, kata mereka, sedang mengulur waktu
ada dua hal yang dipakan para penguasa Cina dan memenangkan dukungan
masyarakat; Reformasi ekonomi dan penindasan militer.
Politik bermuka dua itu digambarkan dengan gamblang dalam
alaporan kerja pengurus partai yang diucapkan ketua PKC Jiang Zemin pada
pembukaan kongres ke 14 PKC, September, 1992. Disitu Jiang berterus terang
mengatakan, dalam 10 tahun terakhir ini PKC bisa berkuasa terus karena kemajuan
ekonomi yang dinikmati segala lapisan masyarakat dan pengawasan ketat karena
itulah ia menyerukan pada thun-tahun mendatang laju perkembangan ekonomi dipacu
hingga 9%, mempertahankan kediktatoran partai tunggal, sambil terus memperketat
pengawasan dengan memperkuat tentara dan polisi.
Ia tak banyak membicarakan ideologi, karena memang dengan
laju perkembangan ekonomi begitu hebat, ideologi terdesak ke belakang.
Diperkirakan sekarang tak banyak rakyat Cina yang percaya akan komunisme.
Rekayasa sosisl dan politik yang dipaksananMao Zhedong sejak pertengahan
1950-an sampai 1976 telah menyebabkan banyak orang terutama golongan
intelektual mengalami disilusi.
Menurut mereka PKC pada 1920-an sampai pertengahan 1950-an
dipuja sebagai penyelamat Cina, telah meakukan serentetan kesalahan besar.
Gerakan lompatan jauh ke muka (1957-1959) dan revolusi kebudayaan ( 1966-1976)
digambarkan sebagai contoh nyata kegagalan PKC memimpin Cina. Karena itulah
banyak yang tidak peduli lagi dengan ideologi, bahkan acuh pada partai.
Namun, ironisnya, krisis ideologi itu justru menguntungkan
posisi PKC, rakyat yang setiap gerak-geriknya diawasi, sekarang punya kebebasan
asal saja tidak mengutak ngutik posisi
partai sebagai penguasa tunggal.
Sikap acuh terhadap penguasa itu bukan hanya terjadi di kalanga
bawah saja, tetapi juga di atas. Mantan perdanamenteri dan ketua PKC Zhao
Ziyang, misalnya tidak tidak diapa-apakan dan bahkan setiap hari, konon, asik
main golf. Padahal kesalahan besar ia dituduh bersimpati terhadap berniat
merontokkan kekuasaan partai. Memang ada tuntunan agar ia diadili atau dipaksa
melakukan otokritik, tapi suara itu ibarat peribahsa “Partai Menggonggong Zhao
terus main golf”
Para pengamat yang lebih berani lagi malahan mengatakn, RRC
sebenarnya sudah tidak bisa disebut sebuah negara sosialis. Banyak ciri yang
dulu megidentifikasikannya sebagai
negara sosialis telah ditinggalkan. Komune rakyat telah lenyap dengan adanya
dekontektifisasi.
Prinsip “mangkuk nasi besi” yang menjamin semua orang
mendapat pekerjaan seumur hidup berangsur telah ditinggalkan. Dalam pada itu
perencanaan terpusat juga sudah tidak terdengar lagi kabarnya di bawah prinsip “Desentralisasi”
daerah dieri kekuasaan mengatur sendiri urusannya.
alhasil, ketakutan akan kehilangan kemakmuran dan ketakutan
terceraiberainya tanah air adalah dua faktor yang jadi tumpuan bagi PKC untuk
tetap berkuasa dan jadi “perekat” persatuan nasional.
Tapi, kesinambungan kesuksesan suatu rezim totaliter tidak
bisa selamnanya mengandalkan diri hanya ada psikologi ketakutan kekhawatiran,
represi politik dan pengebirian hak-hak sipil. Para penguasa Cina harus menjadi
etos baru lain yang bisa diterima segenap masyarakat. Mereka sedang dikejar
waktu untuk segera menemukannya.
Tuesday, March 29, 2016
Introducting Fukushima
BY biophia@gmail.com IN Berita Unik No comments
It was not until we finally reached the check pont at Shirakawa thet we felt we were realy on our way at last. "Such were the thoughts of japan's most famous haiku poet, matsuo basho, journey north in 1689. He entered the back country via one of the there main routes each see once guarded by a fortifled barrier check point used by travelers to the north since the nighth century. Nezu, the ancient barrier on the sea of japan, is now on the Yamagata-Niagata border. The other two barriers, Shirakawa in the eastern in land countryside and Nakono on the Pacific Coast, now separate Tohoku's southermost prefecture, Fukushima, from the rest of the main island.
Althrough on border guards remain to check their entry papers, most present day visitors to the back country still come through Shirakawa. They zoom past the ancient checkpoint on the Tohoku expressway or on the new Tohoku Shinkansen, or they pass by at a more leisurely pace on the Tohoku main line or highway 4. Yet crossing into Fukushima prefecture from the south past shirakawa, Nakoso, or on one of the newer routes will still be a significant moment in your journey north, since still at thet point become an official visitor to japan's back country.
Fukushima's proximity to the more monopolitan south has put presure on it to blend into an undiferentieted modern japan. But the people Fukushijma have put much effort into preserving both their natural assets and their history and traditions, Thus, Fukushima provides a fitting introduction to the back country.
Visitors coming from the south may feel more at home in Fukushima theg in the oreder five Tohoku prefectures. Not only does its climate, like the rest Honshu, lake the year round coolnes of the north, but it has lots of modern restaurant and hotels conforably accomodate those who have come to see its mountains, lakes, hot springs, and historical sites.
Most Japanese visitors Come to see Fukushima's Bandai Asahi National Park. They travel the park's volcanic mountain sides via a series of winding and climbing modern tell roads, Cempers and Bikers expecialy enjoy this protected netural recreation area as well as un spoiled natural scenes of the iwaki kaigan beach on the southheastern coast and the remote western part of the prefecture.
More appealing to foreign visitors in former in land feudal capital of the Aizu Clan, Aizu-Wakamatsu. Much much of the citi's castle-town past has been preserved or restored, and traditional crafts still baurish, recently, a thirty-five room samurai class villa, now Tsurugajo, the Aizu clan's five story castle, was replicated the old castle grounds.
Aeross the river from Aizu-Wakamatsu in the delightfull country town of honggo a 300 year old pottery tradition still thrives, and over two thousand kura, tradisional thick walled storehouses, remain in the town of kitakala, just north of the feudal capital. A short ride east of Aizu-Wakamatsu is lake Inawashiro, Japan's fourth laegest lake. The beyhood farm house of Dr Hideyo NOguschi the internationally known bacteriologist who was instrumental in developing a cure for yellow fever, shares a complex along the lake's northeen shoreline with a memorial museum delicated to the medical researcher and the Aizu Minzoku Museum, two charming old farmhouses filled with items used by the common people of rural Fukushima in times past.
Fukushima in indeed a hae introduction to what is to come on your journey through the back country six prefectures of volcanic, mountainsides, beautiful coastlines, pictureque countryside, old castle towns, traditional folk crafts, and pershaps the world's fast glimpse of the fast dying life style of old cural japan.
Captain Jack
BY biophia@gmail.com IN Trend Musik No comments
Download MP3 :
- Atas Nama Trauma
- Berbeda Adalah Pilihan
- Bukan Urusanmu
- Foto Kusam
- Galau
- Hati Hitam
- Kupu-kupu Baja
- Membatu
- Merah Membiru
- Mereka Atau Kita
- Monolog Tak Mendengar
- Monoton
- Monster Part 2
- Monster
- Musuh Dalam Cermin
- Pahlawan
- Penghianat
- Postcard Untuk Tuhan
- Sadar Lebih Baik
- Sebagian Kami
- Sekarat Menunggu Pagi
- Sempurna
- Siapa Aku
- Tidak Ada Klaim Atas Aku
- TV Sampah
- Tak Ada Yang Datang
Monday, March 28, 2016
Partai Komunis Cina dan dunia Yang Berubah
BY biophia@gmail.com IN Sejarah No comments
Pertanyaan yang telah sekian lama “Menggantung” Itu akhirnya
terjawab juga. Itulah soal penyelenggaraan kongres ke 15 Partai Komunis Cina
(PKC), yang sampai sekitar sebulan yang silam masih tetap misterius. Tanggal 12
Oktober 1992 telah ditetapkan sebagai pembukaan kongres Partai Komunis Cina
terbesar di seluruh jagat ini.
Fokus utama pemberitaan dan minat khalayak sudah dapat
dipastikan akan berkisar pada dua faktor yang paling menonjol. Konflik reformis
versus konservativ dan regenerasi. Biasanya kedua hal itu dihubungkan dengan
hari depan reformasi (Gaige) dan keterbukaan (Kaifang) mengenai regenerasi,
Isunya akan tetap berkisar pada persoalan, apakah golongan yang disebut
“Delapan Sesepuh” (Balao) masih akan
malang melintang dalam area politik Cina. Atau, apakah mereka akan digunakan
golongan pemimpin yang lebih muda dan lebih berani menempuh resiko dalam
program pembaharuan ketimbang para sesepuh itu.
“Delapan Sesepuh” adalah julukan untuk delapan politisi
senior angkatan Deng XiaoPing yang sudah berusia di atas 80 tahun, tak
menduduki jabatan resmi, tapi masih berpengaruh kuat, dengan meninggalnya bekas
presiden Li Xiannian beberapa waktu lalu, jumlah mereka jadi tinggal tujuh
mungkin lebuh ciocok disubut sebagai tujuh sesepuh (Qilao).
Dalam perkara konflik Reformis-Konservatif boleh dikatakan
sudah dapat dipastikan tak akan muncul suatu kemenangan yang Clear-Cut untuk
satu golongan faktor berusaha mencegah seseorang “Kehilangan muka “(Diu Lian)
dalam sistem politik Cina, seperti juga di Asia pada umumnya, memegang peranan
yang sangat besar, sehingga kemungkinan besar yang akan muncul lagi-lagi
kompromi. Posisi-posisi strategis dalam kepengurusan akan didistribusikan di
antara kedua golongan itu, sehingga dapat mencegah timbulnya gejolak politik
yang bisa menganggu stabilitas nasional.
Partisipasi aktif tujuh “Jago Tua” itu pasti akan makin
berkutang, tapi tak berarti, bahwa kepemimpinan PKC akan monolit dan konflik
senyap. Mengapa? karena sistem politik tingkat tinggi Cina tak mengenal istilah
pensiun. Walaupun para politisi senior sudah tidak aktif lagi, gagasan-gagasan
mereka tidak dengan sendirinya hilang. Maing-masing dari mereka punya “Jago
Elusan” yang melindungi kepentingan pribadi dan keluarga mereka, dan meneruskan
gagasan-gagasan politik mereka. Jadi, kecenderungan bagi timbulnya keputusan
yang mengejutkan sebagai hasil kongres nampaknya kecil, tanpa mengesampingkan
adanya kemungkinan itu.
Namun, sebenarnya ada persoalan lain yang lebih hakiki dan lebih
menarik untuk diungkapkan dari pada masalah konflik dan regenerasi. Isu itu
adalah kedudukan PKC di tengah Cina dan dunia yang sedang berubah. Apapun hasil
kongres nanti , masalah posisi partai di tengah perubahan itu akan teus
menghantuinya sepanjang PKC ada dan selama ia masih tetapberpegang padsa
tradisi sebagai pemegang partai penguasa tunggal.
Tak diragukan lagi, bahwa PKC dan partai-partai komunis yang
masih ada dewasa ini sedang menhadapi tantangan berupa krisis kepercayaan.
Tantangan itu bukan hanya datang dari dalam, tapi juga dari luar krisis
kepercayaan yang sedang dihadapi PKC sebenarnya bukan soal baru. Sudah sejak
pertengahan dasawarsa1950-an, mendiang Mao Zedong melihat gejala makin
memudarnya elan revolusi klub para birokrat dan telah kehilangan fungsinya
sebagai “penyambung lidah rakyat”. karena telah tenggelam dalam dunia yang
makin birokratis, dan kehidupan para kadernya yang maikn lama makin empuk
mungkin Mao juga menyadari akan ancaman timbulnya “kelas baru” dalam sistem
komunis seperti yang dilansir penulis Yugoslavia, Milovan Djilas. Karenanya,
Mao sangat takut akan kebangkitan kembali kapitalisme di Cina
Untuk mengatasi hal itu, Mao telah menggelindingkan berbagai
kampanye politik mulai dari “Gerakan Seratus Bunga” (1955). Lompatan jauh ke
muka (1957), Gerakan Pendidikan Sosialis (1965). Sampai ke Revolusi kebudayaan (1966).
Dalam Revolusi Kebudayaan yang berlangsung selama 10 tahun (1966-1976), di
bawah tema pokok mencegah kebangkitan kembali kapitalisme, sebagian besar unsur
partai yang dituduh sebagai “Birokrat”, “Kapitalis”, “Kanan”, dan “Kontra
Revolusioner” berhasil dibersihkan. Tapi meski mentelan sebagai kampanye telah
dilancarkan, penyakit yang menghinggapi partai masih tetap hadir. Bahkan
menjelang wafatnya karena keadaan Cina yang maikn kacau, Mao terpaksa menarik
dan mempekerjakan kembali orang-orang yang dulu diganyang dan dikeluarkan dari
partai.
Tantangan yang dihadapi PKC sekarang berbeda dengan apa yang
dialaminya di masa Mao. Dengan diperkenalkannya demokrasi ekonomi sebagai tema
pokok, reformasi yang direkayasa deng sejak 1979, tuntutan untuk terlaksananya
demokrasi politik makin besar. Namun Deng dan kawan-kawannya kurang menyadari
akan kenyataan, bahwa pada suatu saat tertentu dan suatu titik tertentu
demokrasi ekonomi dan demokrasi politik harus bertemu. Dengan demikian proses
yang berkembang adalah, di satu sisi PKC bertekad tetap mempertahankan
kedudukannya sebagai partai tunggal, tapi di sisi lain massa rakyat, terutama
kaum muda menuntut hak-hak demokrasi yang lebih besar.
Terjadinya peristiwa berdarah di Tiananmen pada 3-4 Juni
tiga tahun yang silam, tak lain sebagai akibat dari tarik-menarik antara kedua
kekuatan ini. Jutaan massa Beijing dan jutaan jalan mendukung aksi mahasiswa
yang menuntut hak-hak demokrasi. Hanya dengan keperkasaan tentara Pembebasan
Rakyat (TPR) dan kekerasan senjata, kewibawaan partai masih dapat
dipertahankan.
Situasi dunia dewasa ini juga tak menguntungkan PKC.
Runtuhnya Rezim-rezim komunis totaliter di bekas Uni Soviet dan eropa timur,
telah disusul dengan munculnya proses demokratisasi yang makin lama menjadi
gejala global. Itu ditambah lagi dengan dunia yang kian hari kian “Sempit”
sebagai dampak terciptanya teknologi komunikasi yang makin lama makain
bertambah maju.
Peristiwa pecahnya negara Uni Soviet dan timbulnya proses
demokratisasi di sana, pasti didasari kehadirannya oleh sebagian rakyat Cina.
Itu semuanya adalah akibat dan reformasi dan keterbukaan yang dirintis Deng
sejak 1979 dan komunikasi yang semakin canggih. Sebagai akibatnya, baik di mata
sebagian rakyat Cina maupun mata dunia, PKC bagaikan penjelmaan suatu sistem
yang arkhalk, anarkronik atas tak sesuai lagi dengan zaman.
Mungkin saja dalam menghadapi dunia dan Cina yang sedang
berubah seperti sekarang ini, PKC akan mengambil langkah-langkah lebih terbuka
dan menjalankan sistem yang demokratis atau pluralistis. Namun pada
kenyataannya, PKC dewasa ini adalah satu-satunya kekuatan politik di Cina yang
terorganisasi dengan baik. Oleh sebab itu, andai kata muncul suatu partai
tandingan atau oposisi, prakarsanya akan muncul dari kalangan PKC itu sendiri.
Sejak awal 1980-an setiapa usaha untuk membentuk kekuatan politik alternatif di
negeri semilyar manusia itu, selalu gagal, lantaran selalu dihalang-halangi.
Soalnya dekarang, apakah para penguasa RRC menyadari akan
gentingnya keadaan? Apakah mereka telah mempersiapkan suatu sistem yang lebih
cocok untuk masa sekarang? Atau malahan lebih maju lagi dengan memberi peluang
untuk munculnya suatu kekuatan politik alternatif?
Rangkaian pertanyaan itu hanya bisa dijawab sejarah ataupun
pencarian jalan keluar dan dilema itu sangat mendesak bagi Cina. Sementara itu
saat pembukaan kongres makin mendekat.
John Paul Getty
BY biophia@gmail.com IN motivasi No comments
Penggagas Getty Oil
“Agar menjadi seorang milyarder, anda harus memiliki mental
seorang milyarder, konsentrasikan
segala pengetahuan dan kepandaian anda pada
satu tujuan yang tunggal dan unik”
John Paul Getty ingin berbagi hal yang mendasar. Bila
seseorang ingin menjadi kaya, maka ia harus memiliki mental dan cara berpikir
yang kaya pula. Apa itu? Pertama, orang-orang kaya sangat mengerti apa yang
harus mereka lakukan agar hal tersebut mendatangkan uang. Artinya, mereka mampu
menciptakan sesuatu yang pasti akan dibeli orang, karena mereka merasa mereka
itu kebutuhannya. Ini sangat dekat kaitannya dengan ide dan kreativitas.
Kedua, orang-orang kaya sejati sangat cermat dan punya
perencanaan matang dalam mengatur strategi pengembangan uang-uangnya . Ini
kelanjutan poin pertama. artinya, bila orang kaya sudah berhasil menciptakan
dan mendapatkan uang , selanjutnya mereka berupaya bagaimana agar uang itu bisa
menghasilkan lebih banyak lagi uang. Bukan justru semata-mata langsung
menghabiskannya untuk kegiatan konsumtif.
Bagi mereka, uang ibarat hewan potensial untuk diternakkan.
Uang 1 rupiah akan mereka buat beternak menjadi 3 rupiah, kemudian menjadi
5,7,10,15,30 begitu seterusnya, berlipat-lipat. Kuncinya, mereka tidak lebih
banyak menikmati ketimbang mengembangkan uangnya. Prinsip itu terus mereka
tetapkan, hingga pada satu titik mereka benar-benar aman secara finansial. Dan
selanjutnya melangkah ke tahap mencari Passive Income.
Percayalah, kaya itu bukan soal seberapa keras kita mencari
uang. Melainkan seberapa cerdas kita menciptakannya. Mulai sekarang, fokuskan
segala pengetahuan dan kecerdasan yang mutlak dibutuhkan dalam berbisnis. Bila
kita belum memilikinya, belajarlah sejak sekarang. Semakin banyak kita belajar
semakin cepat kita bisa meraih kekayaan.
Subscribe to:
Posts (Atom)










