Tuesday, March 29, 2016

Captain Jack

BY biophia@gmail.com IN No comments

Monday, March 28, 2016

Partai Komunis Cina dan dunia Yang Berubah

BY biophia@gmail.com IN No comments



Pertanyaan yang telah sekian lama “Menggantung” Itu akhirnya terjawab juga. Itulah soal penyelenggaraan kongres ke 15 Partai Komunis Cina (PKC), yang sampai sekitar sebulan yang silam masih tetap misterius. Tanggal 12 Oktober 1992 telah ditetapkan sebagai pembukaan kongres Partai Komunis Cina terbesar di seluruh jagat ini.


Fokus utama pemberitaan dan minat khalayak sudah dapat dipastikan akan berkisar pada dua faktor yang paling menonjol. Konflik reformis versus konservativ dan regenerasi. Biasanya kedua hal itu dihubungkan dengan hari depan reformasi (Gaige) dan keterbukaan (Kaifang) mengenai regenerasi, Isunya akan tetap berkisar pada persoalan, apakah golongan yang disebut “Delapan Sesepuh”  (Balao) masih akan malang melintang dalam area politik Cina. Atau, apakah mereka akan digunakan golongan pemimpin yang lebih muda dan lebih berani menempuh resiko dalam program pembaharuan ketimbang para sesepuh itu.

“Delapan Sesepuh” adalah julukan untuk delapan politisi senior angkatan Deng XiaoPing yang sudah berusia di atas 80 tahun, tak menduduki jabatan resmi, tapi masih berpengaruh kuat, dengan meninggalnya bekas presiden Li Xiannian beberapa waktu lalu, jumlah mereka jadi tinggal tujuh mungkin lebuh ciocok disubut sebagai tujuh sesepuh (Qilao).

Dalam perkara konflik Reformis-Konservatif boleh dikatakan sudah dapat dipastikan tak akan muncul suatu kemenangan yang Clear-Cut untuk satu golongan faktor berusaha mencegah seseorang “Kehilangan muka “(Diu Lian) dalam sistem politik Cina, seperti juga di Asia pada umumnya, memegang peranan yang sangat besar, sehingga kemungkinan besar yang akan muncul lagi-lagi kompromi. Posisi-posisi strategis dalam kepengurusan akan didistribusikan di antara kedua golongan itu, sehingga dapat mencegah timbulnya gejolak politik yang bisa menganggu stabilitas nasional.
Partisipasi aktif tujuh “Jago Tua” itu pasti akan makin berkutang, tapi tak berarti, bahwa kepemimpinan PKC akan monolit dan konflik senyap. Mengapa? karena sistem politik tingkat tinggi Cina tak mengenal istilah pensiun. Walaupun para politisi senior sudah tidak aktif lagi, gagasan-gagasan mereka tidak dengan sendirinya hilang. Maing-masing dari mereka punya “Jago Elusan” yang melindungi kepentingan pribadi dan keluarga mereka, dan meneruskan gagasan-gagasan politik mereka. Jadi, kecenderungan bagi timbulnya keputusan yang mengejutkan sebagai hasil kongres nampaknya kecil, tanpa mengesampingkan adanya kemungkinan itu.

Namun, sebenarnya ada persoalan lain yang lebih hakiki dan lebih menarik untuk diungkapkan dari pada masalah konflik dan regenerasi. Isu itu adalah kedudukan PKC di tengah Cina dan dunia yang sedang berubah. Apapun hasil kongres nanti , masalah posisi partai di tengah perubahan itu akan teus menghantuinya sepanjang PKC ada dan selama ia masih tetapberpegang padsa tradisi sebagai pemegang partai penguasa tunggal.

Tak diragukan lagi, bahwa PKC dan partai-partai komunis yang masih ada dewasa ini sedang menhadapi tantangan berupa krisis kepercayaan. Tantangan itu bukan hanya datang dari dalam, tapi juga dari luar krisis kepercayaan yang sedang dihadapi PKC sebenarnya bukan soal baru. Sudah sejak pertengahan dasawarsa1950-an, mendiang Mao Zedong melihat gejala makin memudarnya elan revolusi klub para birokrat dan telah kehilangan fungsinya sebagai “penyambung lidah rakyat”. karena telah tenggelam dalam dunia yang makin birokratis, dan kehidupan para kadernya yang maikn lama makin empuk mungkin Mao juga menyadari akan ancaman timbulnya “kelas baru” dalam sistem komunis seperti yang dilansir penulis Yugoslavia, Milovan Djilas. Karenanya, Mao sangat takut akan kebangkitan kembali kapitalisme di Cina


Untuk mengatasi hal itu, Mao telah menggelindingkan berbagai kampanye politik mulai dari “Gerakan Seratus Bunga” (1955). Lompatan jauh ke muka (1957), Gerakan Pendidikan Sosialis (1965). Sampai ke Revolusi kebudayaan (1966). Dalam Revolusi Kebudayaan yang berlangsung selama 10 tahun (1966-1976), di bawah tema pokok mencegah kebangkitan kembali kapitalisme, sebagian besar unsur partai yang dituduh sebagai “Birokrat”, “Kapitalis”, “Kanan”, dan “Kontra Revolusioner” berhasil dibersihkan. Tapi meski mentelan sebagai kampanye telah dilancarkan, penyakit yang menghinggapi partai masih tetap hadir. Bahkan menjelang wafatnya karena keadaan Cina yang maikn kacau, Mao terpaksa menarik dan mempekerjakan kembali orang-orang yang dulu diganyang dan dikeluarkan dari partai.

Tantangan yang dihadapi PKC sekarang berbeda dengan apa yang dialaminya di masa Mao. Dengan diperkenalkannya demokrasi ekonomi sebagai tema pokok, reformasi yang direkayasa deng sejak 1979, tuntutan untuk terlaksananya demokrasi politik makin besar. Namun Deng dan kawan-kawannya kurang menyadari akan kenyataan, bahwa pada suatu saat tertentu dan suatu titik tertentu demokrasi ekonomi dan demokrasi politik harus bertemu. Dengan demikian proses yang berkembang adalah, di satu sisi PKC bertekad tetap mempertahankan kedudukannya sebagai partai tunggal, tapi di sisi lain massa rakyat, terutama kaum muda menuntut hak-hak demokrasi yang lebih besar.
Terjadinya peristiwa berdarah di Tiananmen pada 3-4 Juni tiga tahun yang silam, tak lain sebagai akibat dari tarik-menarik antara kedua kekuatan ini. Jutaan massa Beijing dan jutaan jalan mendukung aksi mahasiswa yang menuntut hak-hak demokrasi. Hanya dengan keperkasaan tentara Pembebasan Rakyat (TPR) dan kekerasan senjata, kewibawaan partai masih dapat dipertahankan.
Situasi dunia dewasa ini juga tak menguntungkan PKC. Runtuhnya Rezim-rezim komunis totaliter di bekas Uni Soviet dan eropa timur, telah disusul dengan munculnya proses demokratisasi yang makin lama menjadi gejala global. Itu ditambah lagi dengan dunia yang kian hari kian “Sempit” sebagai dampak terciptanya teknologi komunikasi yang makin lama makain bertambah maju.

Peristiwa pecahnya negara Uni Soviet dan timbulnya proses demokratisasi di sana, pasti didasari kehadirannya oleh sebagian rakyat Cina. Itu semuanya adalah akibat dan reformasi dan keterbukaan yang dirintis Deng sejak 1979 dan komunikasi yang semakin canggih. Sebagai akibatnya, baik di mata sebagian rakyat Cina maupun mata dunia, PKC bagaikan penjelmaan suatu sistem yang arkhalk, anarkronik atas tak sesuai lagi dengan zaman.

Mungkin saja dalam menghadapi dunia dan Cina yang sedang berubah seperti sekarang ini, PKC akan mengambil langkah-langkah lebih terbuka dan menjalankan sistem yang demokratis atau pluralistis. Namun pada kenyataannya, PKC dewasa ini adalah satu-satunya kekuatan politik di Cina yang terorganisasi dengan baik. Oleh sebab itu, andai kata muncul suatu partai tandingan atau oposisi, prakarsanya akan muncul dari kalangan PKC itu sendiri. Sejak awal 1980-an setiapa usaha untuk membentuk kekuatan politik alternatif di negeri semilyar manusia itu, selalu gagal, lantaran selalu dihalang-halangi.

Soalnya dekarang, apakah para penguasa RRC menyadari akan gentingnya keadaan? Apakah mereka telah mempersiapkan suatu sistem yang lebih cocok untuk masa sekarang? Atau malahan lebih maju lagi dengan memberi peluang untuk munculnya suatu kekuatan politik alternatif?


Rangkaian pertanyaan itu hanya bisa dijawab sejarah ataupun pencarian jalan keluar dan dilema itu sangat mendesak bagi Cina. Sementara itu saat pembukaan kongres makin mendekat.

John Paul Getty

BY biophia@gmail.com IN No comments


Penggagas Getty Oil

“Agar menjadi seorang milyarder, anda harus memiliki mental seorang milyarder, konsentrasikan 

segala pengetahuan dan kepandaian anda pada satu tujuan yang tunggal dan unik”


John Paul Getty ingin berbagi hal yang mendasar. Bila seseorang ingin menjadi kaya, maka ia harus memiliki mental dan cara berpikir yang kaya pula. Apa itu? Pertama, orang-orang kaya sangat mengerti apa yang harus mereka lakukan agar hal tersebut mendatangkan uang. Artinya, mereka mampu menciptakan sesuatu yang pasti akan dibeli orang, karena mereka merasa mereka itu kebutuhannya. Ini sangat dekat kaitannya dengan ide dan kreativitas.


Kedua, orang-orang kaya sejati sangat cermat dan punya perencanaan matang dalam mengatur strategi pengembangan uang-uangnya . Ini kelanjutan poin pertama. artinya, bila orang kaya sudah berhasil menciptakan dan mendapatkan uang , selanjutnya mereka berupaya bagaimana agar uang itu bisa menghasilkan lebih banyak lagi uang. Bukan justru semata-mata langsung menghabiskannya untuk kegiatan konsumtif.

Bagi mereka, uang ibarat hewan potensial untuk diternakkan. Uang 1 rupiah akan mereka buat beternak menjadi 3 rupiah, kemudian menjadi 5,7,10,15,30 begitu seterusnya, berlipat-lipat. Kuncinya, mereka tidak lebih banyak menikmati ketimbang mengembangkan uangnya. Prinsip itu terus mereka tetapkan, hingga pada satu titik mereka benar-benar aman secara finansial. Dan selanjutnya melangkah ke tahap mencari Passive Income.

Percayalah, kaya itu bukan soal seberapa keras kita mencari uang. Melainkan seberapa cerdas kita menciptakannya. Mulai sekarang, fokuskan segala pengetahuan dan kecerdasan yang mutlak dibutuhkan dalam berbisnis. Bila kita belum memilikinya, belajarlah sejak sekarang. Semakin banyak kita belajar semakin cepat kita bisa meraih kekayaan.

Saturday, March 26, 2016

Digital Terapi Massage

BY biophia@gmail.com IN No comments


















Dirancang khusus sehingga mudah digunakan.
Dapat membantu menyembuhkan gejala penyakit seperti:
  • Rheumatic
  • Sakit Pinggang (Lumbago)
  • Masuk Angin ( Contipation)
  • Pundak Terasa Kaku ( Stiff Shoulder)
  • darah Tinggi ( Hypertension)
  • Susah Tidur (Insomia)
  • Kolesterol
  • Asam Urat
  • Melangsingkan Bagian Perut, Paha, Pinggang
  • Melancarkan Peredaran Darah
  • Lesu/Lelah
  • Sakit Urat Syaraf (Nerve pain)
  • Menguraikan Lemak
  • Kaki/tangan Kesemutan
  • Ashma/Bronchitis
  • Memulihkan Verses Kaki Neurashtenia)

Zig Ziglar

BY biophia@gmail.com IN No comments


Penulis kenamaan Amerika

“Bisnis artinya mampu mengatur aliran kas dengan baik, bukan gali lubang tutup lubang”

Mengapa para pebisnis sukses selalu menasihatkan, agar kita bisa menjaga aliran arus kas? Karena tanpa keteraturan kas, suatu bisnis tidak akan berumur panjang. Berbisnis berarti membuat sebanyak mungkin uang kita “Berputar”. Disitu periode, kas boleh saja menipis karena lebih banyak uang yang dikeluarkan untuk bekerja mencari keuntungan di luar sana, Nah, kita harus bisa mengatur pada periode kapan uang-uang itu bisa mengalirkan hasil keuntungan yang dicari tadi. Idealnya, itu bisa masuk saat kita harus memenuhi kewajiban jatuh tempo. Misalnya, gaji karyawan, membayar supliyer, dan segala kebutuhan fixed cost (Biaya Tetap) yang mesti deipenuhi pada waktunya.

Kita tak bisa membayangkan bila semua sudah jatuh tempo, tapi tidak ada uang kas yang tersedia untuk memenuhi itu semua. Bisnis kemudian macet, kepercayaan relasi terhadap kita perlahan mulai menipis, dan berbagai peluang yang mestinya bisa ditangkap akan hilang begitu saja. Berarti itu sama saja dengan kita sedang menggali lubang kubur bagi kelangsungan bisnis yang digeluti.

Prinsip pertama yang harus dipegang dalam mengelola aliran arus kas adalah, keteraturan,. Teratur berarti mengalir lancar pada waktu-waktu yang sudah direncanakan. Jangan dulu lebih mengutamakan besarnya arus yang mungkin masuk. Lebih baik sedikit asal lancar. Ketimbang banyak justru tersendat-sendat. Kelancaran aliran arus kas membuat kita lebih cermat mengelola setiap risiko sampai pada tahap kita melipatkan keuntungan.

Thursday, March 24, 2016

Walt Disney

BY biophia@gmail.com IN No comments



Pendiri Walt Disney Company

“Jika Nda memimpikannya maka anda dapat melakukannya”

Kata orang mimpi itu gratis. Sebesar dan sebanyak apapun mimpi kita, tidak ada tarif yang harus dibayar.Jadi, bermimpilah tentang apapun hal baik yang bisa kita lakukan selama hidup di dunia. Termasuk, bermimpi menjadi orang kaya-raya, sekaya-kayanya. Jangan takut berpikir terlalu duniawi saat kita mengimpikan kekayaan. Kekayaan sebetulnya hal yang sangat baik, bila kita menempuhnya dengan jalan yang baik pula. Dan tentu, menggunakannya untuk sebanyak-banyaknya hal baik. Bermimpilah dengan bijak. Artinya, kita tahu betul apa mimpi kita itu dan mengerti jalan yang harus ditempuh untuk meraihnya.

Mengapa Walt Disney berkata demikian? Karena mimpi sesungguhnya menyimpan sumber energi yang sangat besar. Dengan bermimpi, kita terus terpacu untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Bermimpi menjadi kaya membuat kita sabar, tekun, dan tak kehabisan akal untuk mewujudkannya. kita tak percaya dengan yang namanya kegagalan, rumitnya tantangan, atau bahkan jalannya panjang harus ditempuh, kalau kita percaya akan mimpi-mimpi kita.


Satu hal lagi, mimpi tidak bisa kita genggam sendirian. Tapi juga harus kita “Sampaikan” ke tangan Yang Maha Kuasa, agar dia berkenan merestui dan senantiasa membantu kita meraihnya.

Zig Ziglar

BY biophia@gmail.com IN No comments


Penulis kenamaan Amerika

“Bisnis artinya mampu mengatur aliran kas dengan baik, bukan gali lubang tutup lubang”


Mengapa para pebisnis sukses selalu menasihatkan, agar kita bisa menjaga aliran arus kas? Karena tanpa keteraturan kas, suatu bisnis tidak akan berumur panjang. Berbisnis berarti membuat sebanyak mungkin uang kita “Berputar”. Disitu periode, kas boleh saja menipis karena lebih banyak uang yang dikeluarkan untuk bekerja mencari keuntungan di luar sana, Nah, kita harus bisa mengatur pada periode kapan uang-uang itu bisa mengalirkan hasil keuntungan yang dicari tadi. Idealnya, itu bisa masuk saat kita harus memenuhi kewajiban jatuh tempo. Misalnya, gaji karyawan, membayar supliyer, dan segala kebutuhan fixed cost (Biaya Tetap) yang mesti deipenuhi pada waktunya.

Kita tak bisa membayangkan bila semua sudah jatuh tempo, tapi tidak ada uang kas yang tersedia untuk memenuhi itu semua. Bisnis kemudian macet, kepercayaan relasi terhadap kita perlahan mulai menipis, dan berbagai peluang yang mestinya bisa ditangkap akan hilang begitu saja. Berarti itu sama saja dengan kita sedang menggali lubang kubur bagi kelangsungan bisnis yang digeluti.

Prinsip pertama yang harus dipegang dalam mengelola aliran arus kas adalah, keteraturan,. Teratur berarti mengalir lancar pada waktu-waktu yang sudah direncanakan. Jangan dulu lebih mengutamakan besarnya arus yang mungkin masuk. Lebih baik sedikit asal lancar. Ketimbang banyak justru tersendat-sendat. Kelancaran aliran arus kas membuat kita lebih cermat mengelola setiap risiko sampai pada tahap kita melipatkan keuntungan.

Sunday, March 20, 2016

Thomas Stanley

BY biophia@gmail.com IN No comments


Penulis Senior Amerika

“Kebanyakan miliunermendapat nilai B atau C di kampus, mereka membangun kekayaannya bukan 

dari IQ semata, melainkan kreativitas dan akal sehat”

Siapa bilang untuk menjadi orang kaya pebisnis besar harus pintar? Misalnya, punya IP tinggi saat duduk di bangku kuliah, mendapat beasiswa karena sebagai prestasi, atau selalu keluar terlebih dahulu dari ruang ujuan karena kita sangat menguasai semua soal. Kalau ada yang mengatakan demikian, maka jelas dia salah besar. Yang dibutuhkan adalah, cerdas. Pintar tidak sama dengan cerdas. Orang pintar, menjadi tahu karena ia diberi pengajaran dan penjelasan. Tapi orang cerdas, tanpa diajari mereka akan selalu mencari cara untuk menemukan setiap pengetahuan. Mereka kreatif, penuh ide , dan tak kehabisan akal.

Jadi benar apa yang dikatakan Thomas Stanley. Untuk menjadi kaya, tidak semata-mata kita harus pintar. Yang paling utama adalah seberapa cerdas dan kreatif kita. Kenyataannya, dia dunia bisnis penuh dengan persaingan ide. Bisnis adalah dunia di mana orang orang dituntut bisa memahami kondisi pasar dan seluruh elemen yang bermain. Termasuk para kompetitor yang ikut di dalamnya. Logikanya, kalau kita tidak terbiasa dengan keruwetan memetakan masalah atau banyak hal, maka kita tak akan bisa memecahkan masalah tersebut. Nah, percayalah, orang-orang pintar tidak semumpuni mereka yang cerdas ketika menghadapi masalah.

Jangan Percaya kala ada orang mengaytakan, bahwa kekayaan hanayalah “Main-mainan” Mereka orang pintar. Sejak sekarang, lihatlah seberapa besar kecerdasan yang anda miliki. Bila belum memumpuni belajarlah terus hingga suatu saat anda benar benar berani terjun di dunia bisnis.

Paul Hanna

BY biophia@gmail.com IN No comments


Motivator sekaligus penulis ternama asal Australia

“Anda dapat menciptakan banyak alasan, dan anda dapat menciptakan banyak uang. Sayangnya anda 

tidak bisa menciptakan keduanya sekaligus”

Ada yang mengatakan, kalau mau sukses lupakan alasan. Sebaliknya, kalau mau mencari-cari alasan, lupakanlah kesuksesan. Kita harus memilih salah satunya. Ingin sukses atau mencari-cari alasan. Kesuksesan sejatinya hanya bisa diraih dengan keteguhan hati dan tekad yang sudah terpancang sejak awal. kalau kita sudah kekeuh dengan apa yang dicita-citakan, maka prinsipnya semua rintangan hanya bisa ditaklukkan. Kalaupun ada yang belum bisa dihadapi, kita tidak kemudian menjadikannya sebagai alasan untuk mundur.

Kenapa banyak pebisnis pemula yang harus gugur di awal-awal langkahnya? Bisa jadi karena mereka terlalu cerdas menciptakan segudang alasan setiap kali menemui kesulitan. Biasanya yang sering terlontar adalah, modal kurang besar, pesaing lebih berpengalaman, atau bahkan mengkambing hitamkan pasar dan konsumen. Kita harus yakin sesulit apapun rintangan dalam berbisnis, semua bisa dilewati kalau kita kreatif. Kreativitas yang ditopang semangat pantang mundur merupakan “Perahu” terkuat saat “Ombak” Kesulitan datang menggulung. Setidaknya itu lebih banyak memberi kemungkinan selamat pada kita.

Semua berpulang pada kita, ingin memilih sukses atau alasan? Kalau sukses yang dipilih, berarti sudah seberapa pahamkah kita terhadap pilihan yang diambil itu?

Friday, March 18, 2016

Marshall Glickman

BY biophia@gmail.com IN No comments


Miliyarder dan mantan Presiden NBA;s Portland Trail Blazer

“Carilah alternatif investasi yang tidak menguras dompet”

Investasi memang penuh resiko. Bahkan karena sejumlah foktor yang tak terduga dia kadang kala bekerja di luar skenario kita. Itulah mengapa orang-orang kaya selalu berhitung sangat cermat sebelum memutuskan kemana mereka akan menginvestasikan uangnya. Mereka tidak semata-mata tergiur keuntungan yang bisa diperoleh. Tapi juga menghitung sberapa probabilitas keuntungannya dalam kondisi terburuk sekalipun. belum lagi di zaman segila ini. Kita sering mendengar istilah “ Investasi Bodong ”, alias investasi tipu-tipu. Jadi, ketika berurusan dengan yang namanya investasi, mutlak kita harus sangat berhati-hati.

Nah, sikap kehati-hatian itulah yang membuat banyak orang tidak mudah atau bahkan tidak sama sekali memilih berinvestasi. Walau demikian, kebanyakan orang tersebut tetap tidak bisa menolak bahwa berinvestasi adalah cara paling top untuk melipatkan aset dan kekayaannya. karena itu, mereka tetap berusaha mencari pilihan lain dalam berinvestasi. Bila yang sifatnya tidak membutuhkan uang, tapi tetap bisa memungkinkan kita meraup uang lebih banyak lagi.

Salah satu pilihan investasi yang kerap dilirik banyak orang adalah jaringan atau relasi. Apa yang bisa kita investasikan pada jaringan? Jelas, kualitas, nilai lebih, bahkan nama baik. Melalui ketiga hal itu kita mendapat keuntungan yang tak kalah “besar” yang disebut sebagai kepercayaan. Ya, kalau seluruh jaringan dan relasi sangat percaya pada kita, maka itulah saatnya bagi kita untuk bisa meraup uang lebih banyak, kepercayaan membuat mereka berani bermitra dengan kita. Dan itu kemudian membuat kita memiliki jalan lebih lapang untuk melebarkan sayap bisnis.

Orang-orang kaya itu kreatif. Saat kondisi belum memungkinkan untuk berinvestasi, mereka tidak berhenti begitu saja. Mereka akan terus mencari pilihan lain yang sebetulnya tak kalah menjanjikan.

Warren Buffet

BY biophia@gmail.com IN No comments


Investor Ternama Amerika


“Bila seseorang menjengkelkan saat miskin, maka ia pun akan tetap menjengkelkan saat menjadi 

miliyarder”

Titik tekannya adalah watak. Bila ingin kaya kita harus menjauhkan watak rakus. Perhatikanlah gelagat orang rakus saat memegang sejumlah uang. Ketidaksabaran selalu melingkupi mereka. Ujung-ujungnya mereka akan sulit mengendalikan uang begitu punya uang, yang lebih sering terpikirkan adalah bagaimana cara menikmatinya. Seolah-oleh mereka memandang uang sebagai tujuan akhir. Artinya ketika uang diperoleh maka tugas sudah selesai. Selanjutnya tinggal menikmati apa yang diperoleh.

Walaupun saat ini kita belum kaya, tapi tidaklah berlebihan bila kita mulai belajar berwatak kaya. Belajar berwatak kaya berbeda dengan ingin terlihat kaya. Berwatak kaya berarti memiliki prinsip-prinsip untuk menjadi kaya. Yaitu, bijak memahami karakter dan fungsi uang, cermat mengelolanya dan lebih mendengarkan prinsip produktif ketimbang konsumtif. Dengan begitu, semoga sejak awal kita tidak menjadi orang-orang yang menjengkelkan ketika berhadapan denganuang.


Melalui kata-katanya iru Warren Buffet sebenarnya ingin menyampaikan sesuatu yang sangat tersirat. Dan itu, tidak bisa ditemukan begitu saja dalam kata-katanya tersebut. Buffet berpesan bahwa seseorang yang menjengkelkan ketika miskin sebenarnya akan sangat sulit mencapai kekayaan. Kalau pun tercapai, itu hanyalah semu. Bukan kekayaan sejati. Konsekuensinya, kekayaan semu hanya bisa bertahan dalam waktu sebentar.

Thursday, March 17, 2016

Michael LeBouf

BY biophia@gmail.com IN No comments

Pakar bisnis dari University of New Orleands

“Investasikan waktu anda secara aktif, dan uang anda secara pasif”

Tiap Hari seorang pedagang toko kelontong harus menunggu barang dagangannya. Dia mesti stand by setiap waktu untuk melayani orang-orang yang membeli dagangannya. Sebagai pemilik modal dia harus terus mendampingi aktivitas usahanya. Itu berarti, si pedagang tersebut belum bisa dikatakan menginvestasikan uangnya secara fisik. Dan kalau itu tidak dilakukan, maka usahanya tidak akan berjalan. Otomatis  keuntungan tidak bisa di raup.

Definisi kaya memang sangat relatif. Termasuk ukuran untuk menyebut seseorang menjadi kaya. Tapi kalau kita mengacu pada prinsip orang-orang kaya besar, maka arti kaya akan lebih luas. menurut mereka kaya adalah seberapa bisa kita bertahan dengan gaya hidup yang dianut, tanpa harus bekerja secara fisik. Lalu siapa yang bekerja? Jawabanya uang. uanglah yang bekerja tanpa lelah untuk menghasilkan banyak aset dan investasi bagi kita. Dalam pengertian lain kaya berarti memiliki Passive Income yang bisa membiayai hidup kita terus menerus. Yang kita lakukan hanya tinggal berpikir cerdas dan cermat agar uang bisa bekerja untuk kita tanpa mengenal waktu.


Nah, kalau ingin memiliki passive Income berarti sejak sekarang kita harus berpikir bagaimana caranya agar uang bisa bekerja secara pasif. tanpa kita harus mendampinginya bekerja tiap hari. Itulah yang disebut menginvestasikan uang. Ketika uang bisa bekerja demikian, kita jadi punya banyak waktu untuk berpikir dan mencari lumbung-lumbung investasi lain yang tak kalah menghasilkan.

Aristoteles Onassis

BY biophia@gmail.com IN No comments


Pebisnis dunia dan pendiri olimpic airlines

“bila tidak punya uang, pinjamlah. Tapi pinjamlah sesuai yang anda butuhkan, dan usahakan membayarnya dengan cepat”

Kenapa orang-orang kaya relatif berhasil melunasi utang-utang meraka, tanpa harus pusing tuju keliling memangkas penghasilannya? Jelas, karena mereka tahu kenapa jalan berhutang harus ditempuh. Utang tidak mereka gunakan untuk memenuhi keinginan konsumtifnya. Sederhananya, mereka berutang bukan karena ingin membeli “ini” atau menikmati “itu”. Utang mereka gunakan untuk melakukan sejumlah hal yang akan mendatangkan uang lebih banyak. itulah yang disebut utang produktif. Jadi, kalau hanya sekedar untuk membayar cicilannya, orang-orang kaya itu jelas tidak akan bingung. Karena, hanya sedikit keuntungan usaha yang dialokasikan untuk membereskan itu setiap bulannya. Dan karena itulah mereka bisa membayar utang-utangnya lebih cepat.

Melalui prinsip Onassis tersebut , kita bisa belajar memahami utang dengan lebih bijaksana. Buat apa berutang kalau hanya digunakan untuk membeli kesenangan-kesenangan yang sebetulnya belum kita butuhkan, atau setidak-tidaknya belum cocok kita nikmati. Pola berpikir demikian hanya akan membuat kita pusing setiap bulan. karena harus menyisihkan sejumlah penghasilan yang diperoleh untuk menyicil uang tadi. Pesannya Cuma satu, berutanglah hanya untuk hal-hal yang produktif.

Semakin lama kita berupaya melunasi utang, maka selama itu pula hidup kita merana. Berpikirlah dan bertindaklah seperti orang-orang kaya. Utang tidak membuat mereka merana. justru malah utang yang memperbesar peluang mereka untuk mengeruk lebih banyak lai keuntungan dalam berbisnis. 

Wednesday, March 16, 2016

David Bach

BY biophia@gmail.com IN No comments


Penasihat dan pakar keuangan
“Setelah beberapa lama, uang berlipat ganda. Setelah sangat lama, uang berlipat ganda secara dramatis”

David Bach ingin bicara lebih jauh ketika uang dipandang sebagai alat. di awal berbisnis, kita mungkin memiliki alat yang ju,lahnya terbatas. Tapi, bila itu dikelola secara efektif, maka semakin lama alat itu akan menghasilkan alat-alat lain yang jumlah dan fungsinya lebih besar. Begitu seterusnya, hingga semua alat yang kita miliki bekerja dan terus bekerja untuk menghasilkan alat lagi.

andaikan saja saat ini kita punya modal 5 perak, olahlah secermat mungkin hingga menghasolkan 10 perak. Jika dijumlahkan modal itu kemudian berlipat menjadi 15 perak. Nah, ambillah sekian perak dari total keseluruhannya, untuk digunakan membiayai hidup kita sehari-hari. Selisihnya gunakan lagi sebagai modal untuk mendatangkan berpuluh-pupluh perak keuntungan. Begitu seterusnya, hingga kita bisa memiliki kekayaan dan nilai aset yang sangat besar.

Poinnya, kalau ingin kaya kita harus sabar mengelola seberapapun modal yang dimiliki. Bila modal itu mendatangkan keuntungan, gunakan lagi sebagai modal untuk mendatangkan keuntungan yang lebih besar. Dan jangan lupa, kesabaran harus berbanding lurus dengan kecerdasan mengelola modal yang ada.

Robert T Kyosaki

BY biophia@gmail.com IN No comments

Milyarder Amerika berdarah Jepang

“Kalau anda harus bekerja, maka bekerjalah untuk belajar. Jangan bekerja untuk uang”

Tidak sedikit orang memiliki keinginan kuat untuk membuka usaha. Tapi tidak sedikit juga dari mereka yang sementara waktu harus memendam keinginannya itu. Alasannya cukup beragam, mulai dari yang tidak punya modal, masih kekurangna modal, belum menguasai betul bidang bisnis yang ingin digeluti, hingga keberanian masih setengah-setengah. Ujung-ujungnya mereka memutuskan untuk bekerja kepada orang lain alias menjadi pegawai.

Bila saat ini kita masih harus berada di kuadran karyawan (Employe), sebetulnya bukanlah masalah banyak pebisnis yang menyarankan agar sebelum menjadi seorang pebisnis kita lebih dulu menjadi pegawai. Dan sangat dianjurkan menjadi pegawai di perusahaan yang bergerak pada bidang yang kelak akan kita laksanakan.

Selama menjadi pegawai, bekerja dan berkaryalah seoptimal mungkin. Jangan semata-mata terpaku pada jumlah gaji yang akan didapat. percayalah, uang (gaji) hanya sejkedar konsekuensi atas prestasi kerja yang kita raih. Kalau kita bisa memberikan hasil terbaik, maka si bos pun tidak akan menutup mata untuk itu. Bekerjalah untuk mencari ilmu, bukan mencari uang. Kalau kita sudah dapat cukup ilmu, maka modal terbesar untuk berbisnis sudah digenggam. Selanjutnya kita tinggal memikirkan modal uang.

Modal ilmu jauh lebih penting ketimbang modal uang. Dengan ilmu atau kecerdasan, kita tetap bisa memulai bisnis dan meraih kesuksesan, kita tetap bisa memulai bisnis dan meraih kesuksesan. Sekalipun modal awalnya relatif kecil. Sebaiknya, sebuah bisnis tidak akan bertahan lama bila semata-mata hanya ditopang modal uang yang besar. sebab kita tidak memiliki pengetahuan atau kecerdasan yang memumpuni untuk mengelola modal tersebut. Jadi belajarlah lebih banyak. Jangan terlalu percaya akan “Doktrin” jumlah modal yang selalu menghantui pebisnis pemula. berpegangteguhlah pada kemampuan anda semata.